• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Tentang Kami
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Cara Mencegah Kehamilan yang Mudah dan Aman

Diverifikasi oleh dr. Kevin

Mencegah kehamilan dengan mudah dan aman adalah langkah awal untuk membangun keluarga sejahtera. Dengan mengatur jarak kehamilan, keluarga akan lebih terencana dan bahagia.

Cara mencegah kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai metode kontrasepsi. Mempelajari jenis berikut manfaat beserta kekurangannya masing-masing membuat Anda dapat menentukan mana yang paling tepat untuk Anda.

Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami

Mencegah kehamilan dapat dilakukan dengan beberapa cara alami. Adapun beberapa cara mencegah kehamilan secara alami antara lain,

  • Hindari Masa Subur

Cara ini dilakukan dengan mengetahui kapan masa subur dan menghindari hubungan seksual saat wanita sedang dalam masa paling subur. Meski begitu, cara ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan mencegah kehamilan secara alami yaitu, tidak perlu alat, biaya, maupun obat apapun. Sedangkan kekurangannya adalah, masa subur relatif sulit dideteksi dengan tepat sehingga risiko gagal cukup tinggi. Selain itu, sulit untuk membatasi hubungan seksual spontan.

Mendeteksi masa subur sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perhitungan kalender, memeriksa suhu tubuh, serta mengamati perubahan lendir masa subur yang keluar dari vagina.

  • Mengeluarkan sperma di luar

Cara alami lain untuk mencegah kehamilan adalah dengan menarik penis keluar sebelum terjadi ejakulasi saat berhubungan seksual. Adapun kelebihan dari cara ini, tidak membutuhkan biaya, alat, ataupun hormon. Bahkan, tingkat kegagalan relatif kecil.

Namun, cara ini kadang tidak dapat dilakukan dengan tepat. Selain itu, mencegah kehamilan dengan mengeluarkan sperma di luar tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Cegah dengan Menggunakan Alat Kontrasepsi

Selain dengan cara alami, kamu juga mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Berikut ini adalah beberapa alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihanmu.

  • Pil KB

Pil KB adalah cara mencegah kehamilan yang paling umum digunakan, Pil ini dapat mengandung progestin saja ataupun perpaduan estrogen dan progestin atau disebut pil kombinasi.

Penggunaan pil KB memiliki tingkat kegagalan kurang dari 10% sehingga sangat efektif. Dan, dapat membantu melancarkan haid dan mengurangi kram saat haid. Meski begitu, jika kamu memilih cara ini, kamu perlu disiplin mengonsumsi pil KB.

Selain itu, kekurangan pil KB adalah tidak melindungi penggunanya dari penyakit menular seksual. Bahkan, dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah, gangguan pada pembekuan darah, flek darah, dan puting sensitif.

Di samping itu, pil ini sebaiknya tidak dikonsumsi wanita yang mengalami kondisi tertentu seperti: perdarahan saat tidak haid, memiliki riwayat stroke atau penyakit jantung, mengidap migrain, kanker payudara, penyakit hati, pembekuan darah, diabetes dengan komplikasi, sirosis, dan osteoporosis.

  • Kondom pria

Kondom yang dikenakan pria ini berperan menghalangi masuknya sperma ke dalam tubuh wanita. Kelebihan yang dimiliki kondom pria adalah mudah didapatkan, tidak mahal. Serta memberikan perlindungan terhadap sebagian besar penyakit menular seksual.

Namun sayangnya, kondom pria memliki tingkat kegagalan hingga mencapai 15%, terutama jika kondom tidak digunakan dengan tepat. Dan alat kontrasepsi ini hanya dapat digunakan sekali.

  • Suntik KB

Suntikan mengandung hormon yang diberikan pada wanita ini bekerja selama tiga bulan mencegah kehamilan. Dengan menggunakan suntik KB, kamu hanya perlu disuntikkan beberapa bulan sekali. Bahkan, suntik ini lebih efektif dibanding pil KB, dengan tingkat kegagalan lebih kecil.

Meski begitu, suntik KB dapat dikatakan relatif mahal, tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Serta, dapat menyebabkan efek samping seperti flek darah.

  • IUD

IUD yang merupakan singkatan dari intrauterine device ini berbentuk plastik huruf T yang diletakkan di dalam rahim. Alat ini berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada 2 jenis utama IUD, yaitu IUD yang mengandung hormon, dapat bertahan hingga 5 tahun. Serta, IUD yang terbuat dari tembaga, dapat bertahan hingga 10 tahun.

Adapun kelebihannya adalah, tahan lama dan tidak memerlukan perawatan rumit. Meski begitu, jika kamu menggunakan IUD maka kamu memiliki risiko haid tidak lancar, dan biaya yang relatif mahal.

Selain itu, penggunaan IUD juga berisiko gagal karena dapat lepas dan dapat menyebabkan efek samping.

Baca Juga : Memilih obat aborsi untuk menggugurkan kandungan

Di samping cara-cara di atas, masih terdapat banyak metode lain seperti spermisida, cervical cap, koyo ortho evra, hingga cincin vagina. Anda dapat mengonsultasikan pilihan terbaik yang tepat dan sesuai kebutuhan Anda dengan dokter spesialis kandungan.

 

Komentar
Artikel Terkait
Dewasa
18 Nov 2017
Ini 5 Mitos Seputar Efek Samping KB Spiral yang Wajib Diketahui
Maya Ligina
Kesehatan Ibu
25 Sep 2017
Membantu Ibu Memahami Aborsi dan Manfaatnya untuk Diri Sendiri
Veronica
Remaja
14 Dec 2017
Dokterbabe Blog Review Competition, Lomba Bertabur Jutaan Rupiah!
Annisa Trimirasti
Remaja
13 Dec 2017
Pikirkan Lagi, Bahaya Seks Bebas Untuk Tubuhmu Ini Perlu Diwaspadai!
Veronica
Remaja
12 Nov 2017
Perhatian! Ini Dia Cara Mencegah Anak Terjerumus Pergaulan Bebas
Vivi Hermin
Remaja
11 Nov 2017
Bunda, Begini Mengatasi Anak Muntah Karena Masuk Angin
Dedi Irawan
Remaja
18 Oct 2017
Jangan Sedih, Begini Cara Mengatasi Payudara Besar Sebelah
Tsalis Annisa
Remaja
05 Oct 2017
Penyebab Mimpi Basah yang Perlu Diketahui Remaja
Zainab Kubro
Konsul
LOADING ..