• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Lokasi
  • Tentang Kami
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Cari Tahu Apa Alasan dan Efek Operasi Caesar?

Apakah sekarang kamu sedang hamil dan bingung menentukan akan melahirkan normal atau melahirkan caesar? Pada dasarnya, berbagai macam pertimbangan akan dialami para ibu yang sedang mengandung. Berikut pemaparan mengenai operasi caesar dan bagaimana efek operasi caesar bagi ibu dan bayi.

Penyebab Ibu Hamil Harus Menjalani Operasi Caesar

efek operasi caesar bagi ibu hamil

Operasi caesar sebaiknya hanya dilakukan ketika keselamatan ibu dan bayi terancam secara medis - dokterbabe

Operasi caesar adalah tindakan operasi di dalam proses persalinan melalui pembedahan di bawah perut ibu yang akan melahirkan ketika dokter menilai kelahiran normal atau melalui vagina terlalu berisiko bagi keselamatan ibu. Tindakan operasi Caesar atau caesarean suction menjadi pilihan yang terdengar makin populer. Sebenarnya apa yang menjadi alasan seorang ibu terpaksa menjalani operasi caesar, berikut beberapa alasannya.

  • Kehamilan kembar

    Apabila ibu hamil bayi kembar, operasi caesar mungkin akan dilakukan jika bayi berisiko terlahir prematur (sebelum waktu perkiraan lahir), posisi bayi tidak pas di uterus, atau ada masalah medis lainnya.
  • Kegagalan di dalam kontraksi kelahiran

    Kontraksi mungkin tidak membuka serviks atau leher rahim cukup lebar sehingga bayi tidak bisa keluar melalui vagina.
  • Masalah pada keadaan bayi

    Apabila tali pusatnya terjepit atau tersumbat dan/atau terdeteksi adanya kelainan denyut jantung bayi.
  • Masalah dengan plasenta

    Ibu mengalami abruptio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum janin dilahirkan), placenta pravia (plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga jalur lahir tertutup oleh plasenta).
  • Kelainan panggul

    Panggul merupakan jalan lahir yang harus dilalui bayi, apabila panggul ibu sempit dan bobot bayi terlalu besar besar, maka operasi Caesar bisa dilakukan.
  • Bayi sungsang atau melintang

    Posisi sungsang adalah posisi kepala bayi yang berada di atas atau ketika bayi berposisi horizontal di dalam perut ibu.
  • Makrosomia atau janin berbobot besar

    Bobot bayi terlalu besar (di atas 4 kg) dan jalan lahir tidak bisa mengakomodasi ukuran bayi, maka akan dilakukan tindakan Caesar. Meski kondisi ini masih memungkinkan melahirkan normal, dokter akan menentukan jalan yang terbaik.
  • Ibu mengalami infeksi

    Infeksi yang dimaksud adalah ibu terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) atau herpes.
  • Ibu mengalami gangguan kesehatan

    Ibu mengalami diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau preeklamsia.
  • Ibu hamil pernah menjalani operasi caesar

    Apabila jarak antar kehamilan terlalu dekat, maka kemungkinan besar kehamilan berikutnya akan menjalani prosedur caesar lagi. Jarak yang disarankan untuk bisa menjalani persalinan normal adalah minimal satu tahun.

Di era sekarang ini, operasi caesar tidak hanya dilakukan untuk alasan di atas, namun juga dijadikan suatu lifestyle choice sebagaimana sebagian pasangan menginginkan bayinya terlahir sesuai tanggal dan jam yang diharapkan atau ketika pasangan menginginkan menjaga honeymoon vagina. Sehingga operasi caesar kini tidak hanya dilakukan berdasarkan alasan kesehatan, namun juga keinginan pribadi.

Menjalani Operasi Caesar Dihadapkan kepada Risiko Komplikasi Ini

efek operasi caesar terhadap penyakit kompilasi

Salah satu efek operasi caesar mewajibkan ibu menjalani rawat inap selama 3-4 hari untuk pemulihan - dokterbabe

Beberapa komplikasi bisa saja timbul pada sebagian wanita yang memutuskan menjalani operasi caesar. Meski begitu, kondisi-kondisi tersebut masih bisa ditangani.

  • Infeksi

    Untuk mencegah infeksi selama beberapa minggu setelah kelahiran caesar, kamu tidak disarankan meletakkan apa pun ke dalam vagina atau berhubungan seksual. Berikan waktu agar luka bekas operasi dapat sembuh sepenuhnya terlebih dahulu.
  • Kehilangan banyak darah

    Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika kamu menderita demam, mengalami pendarahan berat, atau merasakan sakit yang makin parah.

Selain kedua kondisi tersebut, terdapat beberapa risiko komplikasi lainnya yang bisa dialami pasca menjalani operasi caesar, antara lain:

  • Cedera pada usus atau kandung kemih.
  • Reaksi penggunaan obat atau anestesi.
  • Masa rawat inap di Rumah Sakit akan lebih lama daripada yang melahirkan secara normal. Biasanya 2-4 hari, lamanya tergantung dari berapa lama waktu yang tubuhmu butuhkan untuk kembali pulih.
  • Makin sering melahirkan dengan operasi caesar, maka kemungkinan besar kamu tidak bisa memiliki anak lebih banyak. Karena menurut penelitian, efek operasi caesar dapat menimbulkan masalah medis pada kehamilan-kehamilan selanjutnya, seperti kelainan plasenta, infertilitas, kelahiran prematur, lahir mati, dan tindakan operasi caesar berulang.
  • Aktivitas di rumah tidak bisa terlalu banyak. Ini dikarenakan tubuhmu masih dalam kondisi pemulihan setelah operasi caesar.
  • Kamu mungkin akan mengalami kram ringan saat menyusui, pendarahan 4-6 minggu, dan nyeri pada sayatan saat proses pemulihan.
  • Tidak merasakan sakit karena ada efek bius, apabila biusnya secara lokal maka ibu dapat melahirkan secara sadar dan bisa langsung menyusui bayi saat melahirkan (IMD).
  • Dapat memilih tanggal cantik untuk persalinan dan vagina masih utuh / sama seperti sebelum melahirkan.
  • Sebuah penelitian melaporkan bahwa efek operasi caesar bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan pada masa neonatal/kelahiran, masa kanak-kanak, dan bahkan dewasa. Operasi caesar dikaitkan dengan penyakit jantung (kelebihan berat badan dan obesitas, diabetes tipe 1), gangguan autoimun dan inflamasi (rhinitis, alergi makanan, asma, dan penyakit radang usus), dan autisme.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pada kondisi kesehatan ibu dan anak yang normal, operasi caesar bukanlah metode yang disarankan untuk melahirkan karena seperti operasi lainnya, prosedur ini menyimpan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Operasi caesar hanya dilakukan pada kondisi darurat ketika keselamatan nyawa ibu atau bayi di dalam bahaya berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dokter kandungan.

Meski begitu, wanita yang pernah menjalani operasi caesar tidak perlu risau karena nyatanya masih berkesempatan untuk melahirkan secara normal. Hal ini bisa dilakukan dengan pertimbangan jenis sayatan yang digunakan pada persalinan caesar sebelumnya, berapa kali persalinan caesar pernah dijalani, apakah wanita tersebut tidak berisiko jika menjalani persalinan melalui vagina, jenis rumah sakit, dan lain-lain. Konsultasikan kepada dokter kandungan mengenai pilihan metode melahirkan terbaik untuk dirimu.

Komentar
Artikel Terkait
Kesehatan Bayi
08 Sep 2017
Hal-hal Ini Bisa Menyebabkan Muntah pada Bayi
Arief Tirtana
Kesehatan Bayi
16 Aug 2017
Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Aman dan Tepat
Asa Citra
Diet Ibu Hamil
08 Aug 2017
Makanan Sehat Ibu Hamil Trimester Kedua Ini Nikmat dan Kaya Manfaat
Dedi Irawan
Prosedur Melahirkan
04 Aug 2017
Melahirkan dengan Waterbirth, Tanpa Sakit!
Zainab Kubro
Anak-anak
26 Jul 2017
Vaksin MMR: Jika Ditinggalkan Bisa Berakibat Mengerikan
Dedi Irawan
Kesehatan Bayi
24 Jul 2017
5 Zat Gizi Penting untuk Makanan Bayi 1 Tahun
Raditya Wardana
Konsul
LOADING ..